Desa Baledono, yang terletak di Kecamatan Tosari, Pasuruan, memiliki sejarah yang berkaitan erat dengan masyarakat Tengger. Awalnya, wilayah ini dikenal dengan nama “Toyokoyo”,yang berarti “air yang mendatangkan kekayaan”. Desa ini berada di ketinggian 1320 meter di atas permukaan laut, dengan kondisi geografis berbukit, dan termasuk daerah rawan bencana seperti longsor dan angin puting beliung. Mayoritas penduduk Desa Baledono adalah suku Tengger dan beragama Islam, namun terdapat juga yang memeluk agama Hindu dan Kristen.